Powered By Blogger

Senin, 29 April 2013

Lain Level, Lain Tantangannya



Tulisan Bebas: Tugas Softskill Bahasa Indonesia
Nama  : Sendy Octaviani Putri
N.P.M. : 16210444
Kelas    : 3EA13

Lain Level, Lain Tantangannya
Oleh Sendy Octaviani Putri
Bagi siswa-siswi SD, SMP, dan SMA, Ujian Nasional menjadi kata-kata keramat ditelinga mereka, ketakutan akan kata-kata tabu “TIDAK LULUS” sangat menghantui pikiran mereka di detik-detik mendekati UN, bahkan mungkin tidak sedikit dari mereka yang secara tidak sadar akan berujar “Amit-amit jabang bayi” sambil mengetuk-ngetuk kepalan tangan kanan ketika disebut-sebut seputar kata “TIDAK LULUS” itu. Banyak hal unik mewarnai perjalanan UN di Indonesia, ketika saya tengah menemani adik saya yang dirawat dirumah sakit beberapa waktu lalu, salah satu stasiun TV tengah menayangkan serba-serbi keunikan UN, ada beberapa hal lucu yang mewarnai UN, seperti ada seorang siswi yang pingsan karena tidak kuat mencium bau kotoran sapi ketika tengah mengerjakan soal UN (saya tidak tahu harus tertawa atau prihatin mendengar berita ini, sedih memang, saya tidak bisa membayangkan tekanan yang dihadapi oleh siswi malang tersebut, antara soal yang memusingkan kepala dan bau yang memilukan hati), kemudian setelah tayangan itu dilanjutkan dengan scene dua orang siswa yang tengah tidur terlentang berjajar di lantai untuk kemudian dilangkahi beberapa kali oleh seorang nenek buyut dari salah satu siswa tersebut, ada pula yang meminum air hasil cuci kaki ibunya (yang satu ini hampir semua orang sudah sering mendengarnya), kemudian ada pula seorang siswi yang meminta jampi-jampi dari dukun, anehnya siswi tersebut menyatakan bahwa setelah ia mendapatkan jampi-jampi dari dukun tersebut, kepercayaan dirinya naik pesat dan ia menjadi lebih lancar dalam mengerjakan soal UN, praktisnya itu bisa diakibatkan karena sugesti, dukun tersebut jelas-jelas tidak mungkin mentransfer ilmu aritmatika, bahasa, eksak, dan sosialnya secara gaib ke dalam otak siswi tersebut, jika dukun tersebut ahli aljabar atau bahasa, saya yakin sudah sejak dahulu ia tidak menjadi seorang dukun dan beralih profesi menjadi seorang dosen. Karena praktik dukun rawan dibasmi oleh lembaga-lembaga agama di Indonesia, tidak mungkin jika ia benar-benar mengaku sebagai “orang pintar” ia masih nekat membuka praktik perdukunan. Perasaan geli dan pilu bercampur dalam hati saya, geli karena melihat banyaknya orang-orang berpendidikan yang sesaat menjadi seperti kehilangan akal karena terdesak dan justru mencari alternatif “menggelikan” alih-alih mendekatkan diri kepada-Nya. Dan pilu karena, sebegitu dangkalnya kah pemikiran orang-orang kita? yang justru meminta bantuan kepada “orang pintar” jampi-jampi yang jam praktiknya tidak jelas dan menyesuaikan dengan waktu razia petugas penertiban, dan bukannya meminta bantuan kepada orang-orang pintar di lembaga-lembaga bimbingan belajar yang tersebar diseluruh penjuru daerah di Indonesia.
Saya yang kini notabene seorang lulusan SMA yang tengah mengenyam pendidikan di bangku kuliah merasa lega karena telah melewati fase kehidupan yang dinamakan UN tersebut, mengingat Dinas Pendidikan terus mengaplikasikan metode-metode dan sistem-sistem baru dalam pelaksanaan UN dari tahun ke tahun. Sebenarnya agak sedikit tidak adil ketika nasib kita di bangku SMA hanya ditentukan oleh tiga mata pelajaran utama, lalu bagaimana dengan pelajaran lainnya? tiga tahun di bangku SMA mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, dan ternyata hanya tiga mata pelajaran yang diujikan. Nasib naas tersebut pernah menerpa salah seorang murid yang memenangkan olimpiade matematika, ia mendapatkan nilai menakjubkan di ujian matematikanya, namun bahasa inggris menjadi batu sandunganya dalam memperoleh ijazah SMA. Saya yang pada waktu membaca majalah itu masih duduk di bangku SMP menjadi ketakutan, saya pikir bagaimana mungkin seseorang yang memenangkan olimpiade medali emas internasional (yang dapat kita artikan se-dunia) tidak lulus ujian lokal (yang dapat kita artikan se-Indonesia), pada waktu itu, saya dengan segala kepolosan anak yang baru lulus dari Sekolah Dasar berpikir, apakah setinggi itu kualifikasi untuk mengikuti Ujian Nasional SMA? Bahkan seorang siswa yang telah mengharumkan nama nusa dan bangsa di kancah internasional takluk pada kedahsyatan UN SMA, sementara pada waktu itu saya hanya memiliki piagam juara harapan menggambar tingkat SMP se-Kabupaten.
Saya teringat pada salah satu dialog bijak yang dilontarkan Sponge Bob kepada Patrick di salah satu episode “Kita tidak akan tahu sampai sejauh mana ukuran bersih ketika kita belum pernah merasakan kotor.” kurang lebih itu yang disampaikan oleh Sponge Bob, jadi bisa dikatakan kita tidak akan tahu sesulit apa suatu masalah jika kita bahkan belum pernah mengalaminya, itulah yang saya rasakan tentang UN, setelah menjalaninya sendiri dan bukan mendengarnya hanya dari cerita kakak kelas, ternyata UN SMA tidaklah sesulit apa yang saya bayangkan sewaktu SMP dulu. Kemudian sebuah ide positif menghampiri pikiran saya, mungkin secara teori hal ini secara tak langsung bisa disandingkan dengan Penulisan Ilmiah maupun Skripsi, hanya saja sedikit berbeda tingkatannya. Dengan semakin beranjaknya usia, kita tidak mungkin terus diberi asupan makanan lembut, kita harus belajar mengunyah sesuatu, kita harus merasakan kerasnya kehidupan, tantangan yang dihadapi pun semakin bertambah, itu karena Allah Yang Maha Esa percaya bahwa kita bisa melalui ini. Karena, percayalah kawan, Allah tidak akan memberi hamba-Nya ujian yang tidak bisa diatasi oleh hamba-Nya, jika kalian merasa ujian yang dilalui kalian terasa lebih berat dibanding kawan yang lain, itu karena Allah percaya bahwa kamu lebih kuat dari pada kawanmu itu. Semangat! :D

p.s. : untuk kawan-kawanku yang tengah sibuk mengerjakan Penulisan Ilmiah, semangat! Kita berjuang bersama-sama! Semoga kita semua bisa melewati satu fase ini dengan nilai yang baik, amiin! J

1 komentar:

  1. Karna Di ERTIGAPOKER Sedang ada HOT PROMO loh!
    Bonus Deposit Member Baru 100.000
    Bonus Deposit 5% (klaim 1 kali / hari)
    Bonus Referral 15% (berlaku untuk selamanya
    Bonus Deposit Go-Pay 10% tanpa batas
    Bonus Deposit Pulsa 10.000 minimal deposit 200.000
    Rollingan Mingguan 0.5% (setiap hari Kamis

    ERTIGA POKER
    ERTIGA
    POKER ONLINE INDONESIA
    POKER ONLINE TERPERCAYA
    BANDAR POKER
    BANDAR POKER ONLINE
    BANDAR POKER TERBESAR
    SITUS POKER ONLINE
    POKER ONLINE


    ceritahiburandewasa

    MULUSNYA BODY ATASANKU TANTE SISKA
    KENIKMATAN BERCINTA DENGAN ISTRI TETANGGA
    CERITA SEX TERBARU JANDA MASIH HOT

    BalasHapus